Kemenkumham: Pelaksana Anggaran Terbaik Tahun 2017

Kemenkumham: Pelaksana Anggaran Terbaik Tahun 2017

Batam, 01/03/18. Minggu kemarin Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati (SMI) memperingatkan kepada seluruh satuan kerja (satker) agar pada tahun 2018 dst, tidak lagi sering mengajukan revisi anggaran. Menurut catatan SMI, jumlah revisi daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) TA 2018 terdapat 52.400 dari sekitar 26.000 satker di kementerian atau lembaga yang ada di Indonesia. Banyaknya revisi DIPA diartikan perencanaan anggaran yang tidak matang sehingga pengelolaan keuangan negara berpotensi menjadi tidak efektif dan efisien.

Banyaknya revisi juga sebagai sinyalemen pada saat penyusunan anggaran para satker sengaja membuat berbagai kegiatan agar mendapatkan pagu alokasi anggaran yang lebih besar. Apabila kegiatan tsb tidak dapat terlaksana bisa diajukan revisi utk kegiatan yg lain. Terkadang satu satker dapat berulang-ulang melakukan revisi untuk optimalisasi realisasi anggaran. SMI pun mengancam akan memotong anggaran K/L yg suka melakukan revisi.

Untuk menghindari banyaknya revisi anggaran tahun 2018 dan sebagai upaya menyikapi alert Menteri Keuangan tsb, Ditjen Imigrasi pun mengundang seluruh satker dijajarannya guna diseminasi pemantapan tata cara revisi anggaran dan bagaimana menyusun anggaran  yg lebih efektif pada tahun berikutnya.

Walaupun revisi merupakan suatu keniscayaan, dengan menurunnya jumlah revisi maka setiap satker akan lebih fokus utk melaksanakan tugas dan fungsinya. Minimalnya revisi anggaran merupakan salah satu tolok ukur kinerja kepala satker yg pada gilirannya menjadi kinerja Ditjen Imigrasi dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Sebagai salah satu indikator yg dapat mempengaruhi kinerjanya, tentu semua jajaran  Kemenkumham yg meliputi 11 unit eselon 1 harus berupaya meningkatkan kompetensinya dalam menyusun anggaran dan mengerti bagaimana tata cara revisi yg optimal.

Hal ini tidaklah berlebihan karena sebagai suatu kementerian yg telah berhasil mendapatkan penghargaan sebagai pengelola keuangan terbaik kategori kementerian yg mempunyai pagu besar lebih dari Rp 10 T harus tetap mempertahankan peringkat 1 tsb dengan senantiasa meningkatkan kinerja berbagai sektor kegiatan yg dipandang masih rendah capaiannya dan menjaga kegiatan yg indikator kinerjanya sudah optimal.

Prestasi Kemenkumham tsb sangat membanggakan bahkan narasumber yg berasal dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) angkat topi dan salut dengan kinerja jajaran Kemenkumham karena Kemenkeu sendiri sebagai instansi yg menyusun, merancang dan menetapkan tata cara pelaksanaan anggaran keuangan negara utk semua kementerian dan lembaga negara justru dapat disalib oleh Kemenkumham dalam pelaksanaan anggaran tsb.

Mudah-mudahan prestasi tsb tetap dapat dipertahankan.

Walaupun demikian, apresiasi juga patut disampaikan kepada Kemenkeu yg sangat kredibel dan transparan dalam melakukan penilaian kinerja pelaksanaan anggaran untuk semua kementerian dan lembaga dan mengumumkannya secara terbuka.

Mengakui kekurangan dan mengapresiasi kinerja pihak lain adalah sikap yg legawa dengan harapan sebagai cambuk bagi jajarannya agar dapat berkinerja lebih baik lagi dikemudian hari.

Untuk itu, tidaklah berlebihan bila saya sebagai salah satu insan Kemenkumham memohon dan mengharapkan kebijakan ibu SMI (sebagai menteri terbaik di dunia) agar kiranya dapat menaikkan tunjangan kinerja seluruh aparatur kemenkumham  setidak-tidaknya sama dengan tunjangan kinerja yg diterima oleh jajaran Kemenkeu...(ada buntutnya...he..he..) 珞

http://catatanhermansyahsiregar.blogspot.com



Comments

Popular posts from this blog

Selayang Pandang Dunia Pendidikan di Jerman

Kompromi dengan Minat Anak

Kentut Gua Merdu Gak ya?